Toko Buku Islam Ahlussunnah terlengkap di Bekasi
Selamat datang ditoko online buku-buku islam dan Produk Herbal Assunnah Media, Kami menyediakan produk herbal berkualitas, Buku-buku Islam dari berbagai penerbit Ahlussunnah Wal Jama'ah seperti : Pustaka Imam Syafi'i, Darussunnah, Darul Haq, Pustaka Ibnu Katsir, Pustaka Assunnah dan masih banyak lagi kami juga menyediakan berbagai macam perlengkapan Muslim lainya

»

#30 of 34 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia (Tim Penulis MUI Pusat)

Price Rp 5.000 Beli

Panduan Majelis Ulama Indonesia Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia (Tim Penulis MUI Pusat)

Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”

Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.

Meskipun belum berupa fatwa, namun buku ini merupakan keterangan resmi dari MUI Pusat mengenai kesesatan Syiah sebagaimana dijelaskan oleh Tim Penulis dalam kata pengantar, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, SEBAGAI ‘BAYAN’ RESMI dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8)